“Jelang Pilwana Air Bangis, Nama Yudia Warman Mencuat dalam Perbincangan Warga.”
PASAMAN BARAT,WartaKita – Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Air Bangis yang akan digelar secara serentak di Kabupaten Pasaman Barat pada 2026 mulai menghangat. Meski tahapan resmi belum berlangsung penuh, percakapan mengenai sosok yang dinilai layak memimpin nagari sudah menjadi pembahasan di tengah masyarakat.
Salah satu nama yang belakangan kerap disebut adalah Yudia Warman. Pria berusia 43 tahun itu dinilai sebagian warga memiliki rekam jejak yang cukup panjang dalam organisasi, pemerintahan, dan pemberdayaan masyarakat.
Yudia bukan sosok baru bagi masyarakat Air Bangis,Ia lahir pada 5 Maret 1983 dan menghabiskan masa kecil hingga dewasanya di kampung halaman. Putra pasangan Adial Tanjung Datuk Rajo Amat dan almarhumah Yulhanis itu merupakan anak ketiga dari lima bersaudara Kini ia telah berkeluarga dan memiliki tiga orang anak.
Perjalanan organisasinya dimulai sejak masih duduk di bangku sekolah. Saat menjadi siswa MAN 1 Pasaman Barat, ia dipercaya memimpin Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM). Ketika melanjutkan pendidikan di Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang, aktivitas organisasinya berlanjut melalui Ikatan Mahasiswa Pasaman Barat (IMAPASBAR).
Sepulang dari bangku kuliah, Yudia tetap aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan. Ia pernah menjadi Sekretaris Muhammadiyah Sungai Beremas dan memimpin Forum PNPM Sungai Beremas. Di lingkungan pemerintahan, ia juga pernah mengemban amanah sebagai Kepala Urusan Pemerintahan Nagari Air Bangis.
Saat ini, aktivitasnya lebih banyak berkaitan dengan penguatan ekonomi masyarakat. Ia menjabat Ketua Koperasi Ombak Nan Badabua sekaligus mengelola sejumlah unit usaha yang bergerak di sektor ekonomi lokal.
Aktivis pemuda Air Bangis, Arrasyid Firdi, menilai pengalaman tersebut menjadi modal penting apabila Yudia memutuskan maju dalam Pilwana mendatang.
“Bang Yudia dikenal dekat dengan masyarakat. Hubungannya baik dengan ninik mamak, tokoh agama, pemuda, maupun unsur pemerintahan. Kami melihat beliau memiliki kapasitas untuk memimpin Air Bangis,” kata Arrasyid kepada wartawan. Menurut Arrasyid, masyarakat membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memahami administrasi pemerintahan, tetapi juga mampu membangun komunikasi dengan berbagai kelompok serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.Menanggapi dukungan yang mulai mengalir, Yudia mengaku menghormati aspirasi masyarakat.
Ia mengatakan siap mengikuti kontestasi Pilwana apabila memperoleh kepercayaan dan dukungan dari warga.”Terima kasih atas dukungan yang diberikan masyarakat Air Bangis. Jika memang diberikan amanah, saya siap mengabdikan diri untuk membangun kampung halaman,” ujarnya.
Yudia mengatakan niatnya berangkat dari semangat pengabdian. Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi orang lain.Baginya, jabatan bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk memperluas manfaat bagi masyarakat melalui pelayanan publik, pembangunan nagari, dan pemberdayaan ekonomi warga.
Pilwana serentak Pasaman Barat diperkirakan akan menjadi salah satu agenda politik lokal yang menyita perhatian masyarakat pada 2026. Seiring mendekatnya tahapan pemilihan, nama-nama bakal calon diperkirakan akan terus bermunculan. Di Air Bangis, Yudia Warman menjadi salah satu figur yang kini mulai mendapat perhatian publik.

